Tarian Daerah Preschool

0 Comments

Tarian daerah untuk preschool adalah kegiatan mengenalkan anak pada budaya nusantara melalui gerakan tari tradisional yang sudah disederhanakan sesuai usia mereka.

Fokusnya bukan pada teknik tari yang rumit, tetapi pada gerakan dasar, ritme, ekspresi, dan kegembiraan saat menari.

Tujuan Utama

  • Mengenalkan kekayaan budaya Indonesia sejak dini.
  • Melatih koordinasi tubuh, irama, dan ekspresi.
  • Menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui seni.
  • Mengembangkan kreativitas dan keberanian tampil di depan umum.

Karakteristik Tarian Daerah untuk Preschool

  • Gerakan sederhana → menekankan pola gerak mudah (melangkah, berputar, menepuk tangan, mengayun tangan).
  • Iringan musik ringan → menggunakan lagu daerah dengan tempo ceria.
  • Durasi singkat → cukup 2–3 menit agar anak tidak cepat bosan.
  • Kostum sederhana → memakai aksesoris ringan seperti selendang, ikat kepala, atau kain warna-warni.
  • Pendekatan bermain → anak diajak menari sambil bernyanyi atau bercerita.

Contoh Tarian Daerah yang Cocok untuk Preschool

  • Tari Cublak-Cublak Suweng (Jawa Tengah) → gerakan sederhana sambil bermain tebak-tebakan.
  • Tari Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan) → ceria dengan gerakan tepuk tangan dan jalan beriringan.
  • Tari Poco-Poco (Maluku) → mudah diikuti, melatih koordinasi dan kekompakan.
  • Tari Gundul-Gundul Pacul (Jawa) → bisa sambil bernyanyi dan bergerak riang.
  • Tari Manuk Dadali (Jawa Barat) → menirukan gerakan burung terbang.

Manfaat Tarian Daerah untuk Anak Preschool

  • Fisik: melatih motorik kasar, keseimbangan, dan kelenturan tubuh.
  • Kognitif: mengenalkan konsep irama, pola, dan memori gerakan.
  • Sosial: belajar menari bersama, bergiliran, dan menghargai teman.
  • Emosional: meningkatkan rasa percaya diri dan ekspresi diri.
  • Budaya: menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya sejak dini.
Categories: